Puisi Cinta: Kata Kata Cinta Romantis Untuk Cintaku

    Social Items

Puisi Cinta? Tidak, aku bukanlah pecinta sejati. Aku hanya pengecut yang takut kehilangan cinta, hilang dalam pandang, lenyap dalam bayang.

Entah kenapa tiba-tiba saja saya ingin menuliskan puisi cinta. Satu bahasa yang tidak pernah saya tulis untuk seseorang atau untuk saya sendiri. Ketika masih sendiri dan belum punya istri, saya beranggapan bahwa puisi cinta adalah hal yang tidak jantan, lebay dan hanya bualan yang tidak berarti.

Kenapa? Karena saya tidak mau memahami apa arti cinta ketika dirangkai dalam makna.

Jujur saja, saya orangnya cuek dan tidak mau tahu urusan yang sepele atau terlalu kecil untuk di kepoin.. hehe

Kini, setelah beristri dan mempunyai anak, saya ingin menuliskan puisi untuk istriku tersayang dan anak ku tercinta. Saya ingin mengungkapkan ungkapan hati penuh cinta untuk mereka. Terlepas dari semua itu, ungkapan cinta juga adalah untuk sang Khalik dan sang pembawa wahyu, penyampai wahyu dan penerang jaman. Nabi kita nabi besar Muhammad SAW.

Sebelum saya meneruskan puisi cinta sebagai karya pribadi, maka ijin kan lah saya memperkenalkan diri.

Tak kenal maka tak sayang
Saya, lahir di sebuah kampung di sebuah desa di dekat pantai, Sukahujan tanah kelahiranku 34 tahun lalu. Lahir dengan nama Herman, pada hari minggu 14 Jumadil Akhir dalam kalender hijriah. atau tahun 1986 dalam kalender masehi.

Ayah ku seorang petani, ibu ku tak bertani hanya sebagai buruh tani. Kami sangat miskin karena tidak ada warisan tanah seluas samudera dari orang tua (kakek). Hanya bermodal tenaga ayahku membesarkan aku.

Namun nasib berkata lain, saat usia ku 1,5 tahun. Ayah ku pergi. Pergi untuk selamanya meninggalkanku. Aku yatim, namun belum bisa memahami makna pergi, belum cukup tahu apa arti kehilangan.

Ibu ku dan Nenek ku, membesarkan ku dengan penuh kasih sayang meski harus membawa ku pergi ke ladang atau sawah. Bukan untuk bertani tapi untuk kuli.

Apakah miskin membuat ku putus asa? Tidak, itu adalah penyemangat ku untuk hidup dan BERHASIL. Aku bertekad menjadi orang sukses.

Ada satu kutipan yang sampai saat ini terngiang-ngiang di telinga saya.

Nak, orang tua mu ini bodoh, tidak sekolah, maka pintar lah engkau agar jangan seperti kami.
Sungguh kata kata bijak yang memotivasi saya untuk menjadi orang yang cerdas, pintar dan berpendidikan. Bagaimana pun caranya....

Samapi suatu saat ketika beranjak dewasa dan punya cukup tenaga, maka saya bekerja sebagai penjaga toko kelontong pada sore hari sepulang sekolah hanya untuk sekedar uang jajan yang jumlahnya hanya cukup untuk ongkos pergi ke sekolah.
Ketika cukup umur, merantau, mencari pengalaman mencari ilmu yang dapat menopang kehidupan. Sekian perkenalannya.. hehe

Puisi Cinta, Kata Kata Cinta Romantis Untuk Cintaku

Puisi ini saya persembahkan untuk istri dan anaku, juga ayahku, orang tuaku, kamu dan kamu yang membacanya, silahkan ambil puisi ini dengan syarat cantumkan link dan nama penulis.

Panggil saja aku "Penyair Buta". Puisi ini ku tulis dalam sendiri, dalam hening malam yang sunyi, ku tatap mereka di depanku, tidurlah cintaku esok menunggu mu.

Puisi Cinta, Mukadimah Cinta

Puisi cinta pertama yang akan saya tulis judulnya "Mukadimah Cinta".

Menyebut-Mu, dengan asma penuh rasa
Illah sang Maha, Maha Cinta
...... diatas cinta

Insan tak berdaya, itu aku, maka berdayakan aku untuk cinta-cinta ku. Di depanku, di belakangku, di samping ku. Aku tahu, Engkau maha kuat, maka beri walau sebesar debu kuat-Mu untuk ku.

Muqadimmah cinta, untuk sang Maha Rasa, untuk sang rasa, rasa ku rasa cinta untuk-Mu, untuk makhluk-Mu.
.... yang

Terbujur dalam harapan esok hari. مقدمة cinta, cinta terbuka.

مقدمة cinta, bukalah cinta-Mu selamanya untuk hidupku dan hidupnya hidupku

By " Penyair Buta, 27 Oktober 2018"

Demikian puisi cinta yang sepertinya bukan puisi dan hanya sekedar mengisi hari yang sepi.. selamat puisi cinta ku

Puisi Cinta: Kata Kata Cinta Romantis Untuk Cintaku

iklan tengah
Puisi Cinta? Tidak, aku bukanlah pecinta sejati. Aku hanya pengecut yang takut kehilangan cinta, hilang dalam pandang, lenyap dalam bayang.

Entah kenapa tiba-tiba saja saya ingin menuliskan puisi cinta. Satu bahasa yang tidak pernah saya tulis untuk seseorang atau untuk saya sendiri. Ketika masih sendiri dan belum punya istri, saya beranggapan bahwa puisi cinta adalah hal yang tidak jantan, lebay dan hanya bualan yang tidak berarti.

Kenapa? Karena saya tidak mau memahami apa arti cinta ketika dirangkai dalam makna.

Jujur saja, saya orangnya cuek dan tidak mau tahu urusan yang sepele atau terlalu kecil untuk di kepoin.. hehe

Kini, setelah beristri dan mempunyai anak, saya ingin menuliskan puisi untuk istriku tersayang dan anak ku tercinta. Saya ingin mengungkapkan ungkapan hati penuh cinta untuk mereka. Terlepas dari semua itu, ungkapan cinta juga adalah untuk sang Khalik dan sang pembawa wahyu, penyampai wahyu dan penerang jaman. Nabi kita nabi besar Muhammad SAW.

Sebelum saya meneruskan puisi cinta sebagai karya pribadi, maka ijin kan lah saya memperkenalkan diri.

Tak kenal maka tak sayang
Saya, lahir di sebuah kampung di sebuah desa di dekat pantai, Sukahujan tanah kelahiranku 34 tahun lalu. Lahir dengan nama Herman, pada hari minggu 14 Jumadil Akhir dalam kalender hijriah. atau tahun 1986 dalam kalender masehi.

Ayah ku seorang petani, ibu ku tak bertani hanya sebagai buruh tani. Kami sangat miskin karena tidak ada warisan tanah seluas samudera dari orang tua (kakek). Hanya bermodal tenaga ayahku membesarkan aku.

Namun nasib berkata lain, saat usia ku 1,5 tahun. Ayah ku pergi. Pergi untuk selamanya meninggalkanku. Aku yatim, namun belum bisa memahami makna pergi, belum cukup tahu apa arti kehilangan.

Ibu ku dan Nenek ku, membesarkan ku dengan penuh kasih sayang meski harus membawa ku pergi ke ladang atau sawah. Bukan untuk bertani tapi untuk kuli.

Apakah miskin membuat ku putus asa? Tidak, itu adalah penyemangat ku untuk hidup dan BERHASIL. Aku bertekad menjadi orang sukses.

Ada satu kutipan yang sampai saat ini terngiang-ngiang di telinga saya.

Nak, orang tua mu ini bodoh, tidak sekolah, maka pintar lah engkau agar jangan seperti kami.
Sungguh kata kata bijak yang memotivasi saya untuk menjadi orang yang cerdas, pintar dan berpendidikan. Bagaimana pun caranya....

Samapi suatu saat ketika beranjak dewasa dan punya cukup tenaga, maka saya bekerja sebagai penjaga toko kelontong pada sore hari sepulang sekolah hanya untuk sekedar uang jajan yang jumlahnya hanya cukup untuk ongkos pergi ke sekolah.
Ketika cukup umur, merantau, mencari pengalaman mencari ilmu yang dapat menopang kehidupan. Sekian perkenalannya.. hehe

Puisi Cinta, Kata Kata Cinta Romantis Untuk Cintaku

Puisi ini saya persembahkan untuk istri dan anaku, juga ayahku, orang tuaku, kamu dan kamu yang membacanya, silahkan ambil puisi ini dengan syarat cantumkan link dan nama penulis.

Panggil saja aku "Penyair Buta". Puisi ini ku tulis dalam sendiri, dalam hening malam yang sunyi, ku tatap mereka di depanku, tidurlah cintaku esok menunggu mu.

Puisi Cinta, Mukadimah Cinta

Puisi cinta pertama yang akan saya tulis judulnya "Mukadimah Cinta".

Menyebut-Mu, dengan asma penuh rasa
Illah sang Maha, Maha Cinta
...... diatas cinta

Insan tak berdaya, itu aku, maka berdayakan aku untuk cinta-cinta ku. Di depanku, di belakangku, di samping ku. Aku tahu, Engkau maha kuat, maka beri walau sebesar debu kuat-Mu untuk ku.

Muqadimmah cinta, untuk sang Maha Rasa, untuk sang rasa, rasa ku rasa cinta untuk-Mu, untuk makhluk-Mu.
.... yang

Terbujur dalam harapan esok hari. مقدمة cinta, cinta terbuka.

مقدمة cinta, bukalah cinta-Mu selamanya untuk hidupku dan hidupnya hidupku

By " Penyair Buta, 27 Oktober 2018"

Demikian puisi cinta yang sepertinya bukan puisi dan hanya sekedar mengisi hari yang sepi.. selamat puisi cinta ku

Tidak ada komentar