Cara Menghitung Biaya Cor Dak Beton Per M2

    Social Items

Selamat Datang di ShoutedMe.com, pada kesempatan ini Anda akan diberitahukan cara menghitung biaya cor Dak beton per meter persegi. Menghitung kebutuhan biaya cor beton diperlukan untuk mengetahui berapa jumlah biaya upah dan bahan yang harus dikeluarkan. Selain itu, dalam hal penyediaan bahan atau material juga akan dapat dikontrol dan dikalkulasikan sehingga tidak ada kelebihan bahan atau material.

Dalam salah satu fans page penulis, banyak yang meminta contoh cara menghitung biaya untuk keperluan pengecoran dak rumah.

Untuk menjawab rasa penasaran para pembaca setia ShoutedMe.com, maka penulis akan memberikan contoh cara menghitung biaya cor dak beton per meter persegi sesuai dengan kebutuhan.

Contoh yang akan kami sampaikan juga disertai studi kasus, tabel mutu beton dan rekomendasi untuk Anda ketika Anda akan membangun rumah 2 lantai atau akan mengecor dak rumah Anda.
cara menghitung kebutuhan cor dak beton

Perlu Anda ketahui bahwa ada banyak jenis beton seperti B0, B1, K100, K125, K225, K310, dan K500. Huruf "K" berarti karakteristik dan angka dibelakangnya melambangkan kekuatan tekanan beton.

Contoh " Mutu Beton K 225 Artinya?" Beton dengan karakteristik 225 artinya beton tersebut mempunyai tekanan 225 kg per meter persegi. Jadi, mutu beton K 225 artinya kekuatan tekanan beton sebesar 225 kg per meter persegi.

Dalam menghitung besarnya biaya cor dak beton rumah, diperkenalkan metode perhitungan sesuai SNI yaitu perhitungan beton dan pembesian atau kebutuhan besi sebagai tulangan beton.

Baca Juga: Contoh RAB Drainase

Nah, berikut adalah contoh kasus perhitungan biaya cor dak beton.

Bapak rahmat ingin membuat dak beton untuk memperindah rumahnya dengan panjang 9 meter dan lebar 2 m dan tebal 10 cm. Pak rahmat ingin menggunakan beton dengan karakteristik 225 kg per m2. Berapa besar biaya yang dibutuhkan?

Jawab:
Diketahui Panjang 9 m, lebar 2 m, dan tinggi 0,1 m. Maka volume beton nya adalah 1,8 meter kubik.

Karakteristik beton yang diinginkan K225. Berikut adalah tabel SNI Beton K-225
1M3 Membuat Beton mutu f'c=19,3 MPa (K225), slum (12±2)cm, w/c = 0,58
Koefisien Satuan Material/Upah
-
371 Kg Portland Semen
0.4986 m3 Pasir Beton
0.7756 m3 Batu pecah 1/2
-
1.65 OH Pekerja
0.25 OH Tukang Batu
0.025 OH Kepala Tukang
0.08 OH Mandor

Penyelesaian:
PC (Portland Cement) 371 kg setara dengan 7,42 Zak Semen 50 kg, Maka kebutuhan semennya adalah 1,8 x 7,42 = 13,356 Zak dibulatkan 14 Zak
Pasir Beton atau pasir pasang 0.4986 M3, maka kebutuhan Pasir Betonnya adalah 1,8 x 0.4986 = 0.89748 M3 dibulatkan jadi 1 M3
Batu Belah atau Split, 0.7756 M3, maka kebutuhannya adalah 1,8 x 0.7756 = 1.39608 m3 dibulatkan jadi 1,5 M3

Kebutuhan Upah:
Pekerja Biasa, 1,65 OH, maka kebutuhannya adalah 1,8 x 1,65 = 2,97 OH dibulatkan jadi 3 OH
Tukang, 0,25 OH, maka kebutuhannya adalah 1,8 x 0,25 = 0,45 OH.

Setelah itu, kita akan menghitung kebutuhan besi tulangan yang dibutuhkan. Untuk menghitung kebutuhan besi kita bisa menggunakan metode sederhana yang biasa digunakan oleh tukang di kampung.

Sebenarnya perhitungan pembesian ini ada analisa SNI nya tapi menurut saya terlalu ribet. Untuk menghitung kebutuhan besi, kita hitung arah panjang cor yaitu 9 Meter dan Jarak antar besi 10 cm dengan lebar lantai 2 meter.

Jadi, ada 2 buah besi yang dibutuhkan yaitu panjang 9 meter dan 2 meter. Untuk arah panjang lantai 9 meter, maka kebutuhan besinya adalah arah lebar lantai dibagi 10 centi meter. 2 meter dibagi dengan 0, 1 meter = 20 Buah x 9 meter = 180 meter.

Untuk arah lebar lantai 2 meter, rumusnya sama dengan arah panjang lantai, kita hitung panjang lantai dulu yaitu 9 meter dibagi dengan 0.1 meter dan hasilnya adalah 90 buah, artinya besi panjang 2 meter dibutuhkan 90 buah x 2 meter = 180 meter.

Total besi yang dibutuhkan adalah 180 ditambah 180 jumlahnya 360 meter dibagi dengan panjang besi dari toko yaitu 12 meter jadi 360 dibagi dengan 12 hasilnya 30 buah besi utuh.

Untuk kebutuhan HOK dan kawat besi kita bisa gunakan SNI dengan Analisa 100 kg besi. Kita ambil contoh besi diameter 10 mm, maka harus dihitung dulu berat besinya.

Berdasarkan analisa SNI, berat besi 10 mm adalah 0,395 kg/m. Jadi, berat besinya adalah 30 x 0,395 x 12 dan hasilnya adalah 142,20 kg.

Maka, kebutuhan HOK tukang dan pekerja nya adalah 6,75 (SNI koefisien besi 100 kg) 142,20 dibagi dengan 100 dikali 6,75, maka hasilnya ( 142,20/100) x 6,75 sama dengan 9,60 OH dikali 2 ( Tukang dan Pekerja).

Kebutuhan kawat beton dengan analisa pembesian 100 kg besi polos adalah 2 kg, jadi kebutuhan kawat beton nya adalah 142,2/100 dikali 2 hasilnya 2,84 kg.

Setelah menghitung kebutuhan besi, pasir beton, split, kawat beton dan semen kini kita pada tahap perhitungan kebutuhan papan cor dan bambu.

Menghitung kebutuhan papan cor sebenarnya hampir sama dengan dengan perhitungan pembesian. Kita bisa menghitung kebutuhan papan dengan cara menghitung volume lantai yaitu 9 meter x 2 meter jadi 18 meter persegi.

Papan cor yang dijual biasanya panjang 3 meter lebar 20 centi meter dan tinggi 0,2 centimeter. Diketahui panjang lantai 9 meter maka dibutuhkan papan sebanyak 3 buah. Karena lebar lantai adalah 2 meter, dan lebar papan 20 centi meter, maka kebutuhan papan arah lebar lantai adalah 2 dibagi dengan 0,2 jadi jumlah papan yang dibutuhkan adalah 10 buah dikali 3 sama dengan 30 buah papan.

jika dikubikasikan maka jumlah papan yang dibutuhkan adalah 3x0.2x0.02 sama dengan 0,36 M3.

Pun demikian dengan kebutuhan bambu. Bambu dapat dihitung dengan rumus yang sama yaitu tinggi bangunan dan lebar bangunan dibagi dengan kebutuhan pemasangan bambu atau jarak antar bambu.

Untuk kebutuhan bambu tidak akan saya tuliskan disini, Silahkan Anda hitung sendiri karena sudah diberikan contohnya. Demikian ulasan singkat tentang Cara Menghitung Biaya Cor Dak Beton Per M2 ini disampaikan. Apabila ada yang kurang jelas, silahkan masukan lampirkan email Anda untuk kami kirimkan contoh perhitungannya dalam bentuk file Excel.

Cara Menghitung Biaya Cor Dak Beton Per M2

iklan tengah
Selamat Datang di ShoutedMe.com, pada kesempatan ini Anda akan diberitahukan cara menghitung biaya cor Dak beton per meter persegi. Menghitung kebutuhan biaya cor beton diperlukan untuk mengetahui berapa jumlah biaya upah dan bahan yang harus dikeluarkan. Selain itu, dalam hal penyediaan bahan atau material juga akan dapat dikontrol dan dikalkulasikan sehingga tidak ada kelebihan bahan atau material.

Dalam salah satu fans page penulis, banyak yang meminta contoh cara menghitung biaya untuk keperluan pengecoran dak rumah.

Untuk menjawab rasa penasaran para pembaca setia ShoutedMe.com, maka penulis akan memberikan contoh cara menghitung biaya cor dak beton per meter persegi sesuai dengan kebutuhan.

Contoh yang akan kami sampaikan juga disertai studi kasus, tabel mutu beton dan rekomendasi untuk Anda ketika Anda akan membangun rumah 2 lantai atau akan mengecor dak rumah Anda.
cara menghitung kebutuhan cor dak beton

Perlu Anda ketahui bahwa ada banyak jenis beton seperti B0, B1, K100, K125, K225, K310, dan K500. Huruf "K" berarti karakteristik dan angka dibelakangnya melambangkan kekuatan tekanan beton.

Contoh " Mutu Beton K 225 Artinya?" Beton dengan karakteristik 225 artinya beton tersebut mempunyai tekanan 225 kg per meter persegi. Jadi, mutu beton K 225 artinya kekuatan tekanan beton sebesar 225 kg per meter persegi.

Dalam menghitung besarnya biaya cor dak beton rumah, diperkenalkan metode perhitungan sesuai SNI yaitu perhitungan beton dan pembesian atau kebutuhan besi sebagai tulangan beton.

Baca Juga: Contoh RAB Drainase

Nah, berikut adalah contoh kasus perhitungan biaya cor dak beton.

Bapak rahmat ingin membuat dak beton untuk memperindah rumahnya dengan panjang 9 meter dan lebar 2 m dan tebal 10 cm. Pak rahmat ingin menggunakan beton dengan karakteristik 225 kg per m2. Berapa besar biaya yang dibutuhkan?

Jawab:
Diketahui Panjang 9 m, lebar 2 m, dan tinggi 0,1 m. Maka volume beton nya adalah 1,8 meter kubik.

Karakteristik beton yang diinginkan K225. Berikut adalah tabel SNI Beton K-225
1M3 Membuat Beton mutu f'c=19,3 MPa (K225), slum (12±2)cm, w/c = 0,58
Koefisien Satuan Material/Upah
-
371 Kg Portland Semen
0.4986 m3 Pasir Beton
0.7756 m3 Batu pecah 1/2
-
1.65 OH Pekerja
0.25 OH Tukang Batu
0.025 OH Kepala Tukang
0.08 OH Mandor

Penyelesaian:
PC (Portland Cement) 371 kg setara dengan 7,42 Zak Semen 50 kg, Maka kebutuhan semennya adalah 1,8 x 7,42 = 13,356 Zak dibulatkan 14 Zak
Pasir Beton atau pasir pasang 0.4986 M3, maka kebutuhan Pasir Betonnya adalah 1,8 x 0.4986 = 0.89748 M3 dibulatkan jadi 1 M3
Batu Belah atau Split, 0.7756 M3, maka kebutuhannya adalah 1,8 x 0.7756 = 1.39608 m3 dibulatkan jadi 1,5 M3

Kebutuhan Upah:
Pekerja Biasa, 1,65 OH, maka kebutuhannya adalah 1,8 x 1,65 = 2,97 OH dibulatkan jadi 3 OH
Tukang, 0,25 OH, maka kebutuhannya adalah 1,8 x 0,25 = 0,45 OH.

Setelah itu, kita akan menghitung kebutuhan besi tulangan yang dibutuhkan. Untuk menghitung kebutuhan besi kita bisa menggunakan metode sederhana yang biasa digunakan oleh tukang di kampung.

Sebenarnya perhitungan pembesian ini ada analisa SNI nya tapi menurut saya terlalu ribet. Untuk menghitung kebutuhan besi, kita hitung arah panjang cor yaitu 9 Meter dan Jarak antar besi 10 cm dengan lebar lantai 2 meter.

Jadi, ada 2 buah besi yang dibutuhkan yaitu panjang 9 meter dan 2 meter. Untuk arah panjang lantai 9 meter, maka kebutuhan besinya adalah arah lebar lantai dibagi 10 centi meter. 2 meter dibagi dengan 0, 1 meter = 20 Buah x 9 meter = 180 meter.

Untuk arah lebar lantai 2 meter, rumusnya sama dengan arah panjang lantai, kita hitung panjang lantai dulu yaitu 9 meter dibagi dengan 0.1 meter dan hasilnya adalah 90 buah, artinya besi panjang 2 meter dibutuhkan 90 buah x 2 meter = 180 meter.

Total besi yang dibutuhkan adalah 180 ditambah 180 jumlahnya 360 meter dibagi dengan panjang besi dari toko yaitu 12 meter jadi 360 dibagi dengan 12 hasilnya 30 buah besi utuh.

Untuk kebutuhan HOK dan kawat besi kita bisa gunakan SNI dengan Analisa 100 kg besi. Kita ambil contoh besi diameter 10 mm, maka harus dihitung dulu berat besinya.

Berdasarkan analisa SNI, berat besi 10 mm adalah 0,395 kg/m. Jadi, berat besinya adalah 30 x 0,395 x 12 dan hasilnya adalah 142,20 kg.

Maka, kebutuhan HOK tukang dan pekerja nya adalah 6,75 (SNI koefisien besi 100 kg) 142,20 dibagi dengan 100 dikali 6,75, maka hasilnya ( 142,20/100) x 6,75 sama dengan 9,60 OH dikali 2 ( Tukang dan Pekerja).

Kebutuhan kawat beton dengan analisa pembesian 100 kg besi polos adalah 2 kg, jadi kebutuhan kawat beton nya adalah 142,2/100 dikali 2 hasilnya 2,84 kg.

Setelah menghitung kebutuhan besi, pasir beton, split, kawat beton dan semen kini kita pada tahap perhitungan kebutuhan papan cor dan bambu.

Menghitung kebutuhan papan cor sebenarnya hampir sama dengan dengan perhitungan pembesian. Kita bisa menghitung kebutuhan papan dengan cara menghitung volume lantai yaitu 9 meter x 2 meter jadi 18 meter persegi.

Papan cor yang dijual biasanya panjang 3 meter lebar 20 centi meter dan tinggi 0,2 centimeter. Diketahui panjang lantai 9 meter maka dibutuhkan papan sebanyak 3 buah. Karena lebar lantai adalah 2 meter, dan lebar papan 20 centi meter, maka kebutuhan papan arah lebar lantai adalah 2 dibagi dengan 0,2 jadi jumlah papan yang dibutuhkan adalah 10 buah dikali 3 sama dengan 30 buah papan.

jika dikubikasikan maka jumlah papan yang dibutuhkan adalah 3x0.2x0.02 sama dengan 0,36 M3.

Pun demikian dengan kebutuhan bambu. Bambu dapat dihitung dengan rumus yang sama yaitu tinggi bangunan dan lebar bangunan dibagi dengan kebutuhan pemasangan bambu atau jarak antar bambu.

Untuk kebutuhan bambu tidak akan saya tuliskan disini, Silahkan Anda hitung sendiri karena sudah diberikan contohnya. Demikian ulasan singkat tentang Cara Menghitung Biaya Cor Dak Beton Per M2 ini disampaikan. Apabila ada yang kurang jelas, silahkan masukan lampirkan email Anda untuk kami kirimkan contoh perhitungannya dalam bentuk file Excel.

Tidak ada komentar